KERANGKA NOVEL

Assalamualaikum, Saya Muhammad Yusuf Athala akan melampirkan kerangka novel yang telah saya buat.

Judul: Wish You Were Here
Tema: Sosial, persahabatan
Tokoh:  - Dewa (Baik hati, ramah, suka melucu)
- Dirga (Mudah emosi, baik hati, pekerja keras)
- Dava (Ceria, penyayang, penyabar, baik hati)
- Mama Dava (Baik hati, ramah)
- Ghina (Cerewet, mudah emosi)
- Laras (Pemaaf, pendiam)
Alur: Campuran
Latar/setting: 
1. Latar tempat
  • Sekolah
  • Rumah Dava
  • Parkiran sekolah
  • Warung tongkrongan
  • Pemakaman
2. Latar suasana
  • Bahagia
  • Mengharukan
  • Tegang
  • Sedih
3. Latar waktu
  • Pagi hari
  • Siang hari
  • Malam hari
Amanat: 
  • Jangan sia-sia kan waktu yang sekarang, karena belum tentu kita dapat merasakan hal yang sama dikehidupan yang selanjutnya.
  • Pertemanan tidak boleh rusak karena masalah percintaan semata.

Ringkasan cerita:
Kisah ini menceritakan apa makna persahabatan bagi ketiga pemuda yang kerap kali disebut ‘paket tiga’. Dewa, Dirga dan Dava adalah teman sejak kecil hingga mereka SMA. Tak heran orang-orang sering memanggil mereka paket tiga karena mereka selalu bersama. Bahkan terasa aneh ketika mereka tidak berjalan bertiga, terasa ada satu komponen yang kurang. Jika mereka bersama, mereka merasa dapat menaklukan dunia. Terdengar menggelikan dan mustahil, tetapi kalian tidak bisa meremehkan ikatan persahabatan mereka.
Sifat mereka yang berbeda, dan kesukaan mereka yang berbeda tidak menjadikan mereka bercerai-berai. Justru perbedaan mereka yang menyatukan dan saling melengkapi satu sama lain. Layaknya saudara kandung, mereka berbagi banyak hal baik yang suka maupun duka. Layaknya anak lelaki pada umumnya yang sering bolos dan nongkrong, ketiganya juga sering melakukan hal tersebut.

Hubungan ketiganya sempat retak karena kehadiran perempuan bernama Ghina, cinta segitiga diantara Ghina, Dewa dan Dirga menyebabkan keretakan persahabatan mereka. Tetapi tidak lama mereka menyadari bahwa perkara perempuan saja dapat merusak persahabatan dan hal itu tidak seharusnya terjadi. Kemudian ketiganya kembali menjalin persahabatan berkat Dava dan kesadaran secara pribadi dari keduanya.

Namun apakah kalian pernah membayangkan ketika mereka berpisah bukan karena Pendidikan, atau bukan karena perempuan tetapi karena kematian? Dewa dan Dirga merasa kehilangan setengah jiwa dan semangat hidupnya hilang ketika mengetahui bahwa sahabatnya Dava harus pergi bertemu Tuhan duluan karena penyakit yang dideritanya sejak kecil. Orang-orang berkata “Dava ada ditempat yang lebih baik sekarang” namun bagi Dewa dan Dirga tempat terbaik untuk Dava adalah bersama kami disini. Keduanya merasa Tuhan tidak adil karena Dava pergi lebih cepat sehingga mereka tidak bisa memiliki lebih banyak memori ketika bersama. Banyak hal yang mereka tulis dalam wishlist yang sekarang bahkan tidak dapat mereka realisasikan. Rasanya jauh lebih sakit dan menderita ketika ditinggal oleh sahabat sendiri dibanding ditinggal oleh kekasih. Karena pasangan dapat dicari kembali, tetapi teman yang mengerti dan mau menerima kita apa adanyanya lah sangat sulit. 

Kini yang mereka punya hanyalah foto dan kenangan indah yang mereka simpan baik-baik dalam hati dan pikiran tentang paket tiga juga Dava yang ceria,Dava yang penyabar, Dava yang selalu panik ketika kami bertengkar dan Dava yang selalu mengingatkan kami untuk tidak sering mengonsumsi mie instant. Terkadang keduanya rindu akan hal manis yang Dava berikan kepada mereka. Dan hingga kini Dewa juga Dirga tetap berharap bahwa Dava tetap ada disini bersama mereka dan tumbuh bersama seperti tahun-tahun sebelumnya. Berharap dapat membuat banyak kenangan indah, dan melakukan hal baru juga hal biasanya bertiga. Namun kini hanyalah Dewa dan Dirga juga bayangan Dava yang tersisa.

Komentar